Jumlah Angkutan Barang Terus Meningkat Sepanjang Pandemi

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indonesia mengalami kenaikan harga (inflasi) yang sebesar 2,57% (year-to-year/y-to-y) di bulan Januari 2024. Berdasarkan histori 5 tahun terakhir,  selalu terjadi inflasi di bulan Januari, namun inflasi di Januari 2024 relatif lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Persaingan usaha toko fisik dengan toko e-commerce maupun di antara toko e-commerce itu sendiri telah menyebabkan kompetisi yang sengit dalam segi harga, sehingga tidak mudah bagi para pemilik usaha untuk untuk menaikkan atau bahkan mempertahankan harga barangnya.

Jumlah angkutan barang pada tahun 2023 melalui Angkutan Laut Domestik adalah sebesar 351,02 juta ton (meningkat sebesar 9,47% dibandingkan tahun 2022), sedangkan yang melalui kereta api adalah sebesar 67,16 juta ton (meningkat sebesar 8,49% dibanding tahun 2022). Perkembangan angkutan barang ini di tahun 2023 juga berada level yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2019 (sebelum pandemi), yang hanya mencapai 297,77 juta ton angkutan barang melalui angkutan laut domestik dan 51,11 juta ton angkutan barang melalui kereta api. Hal ini menunjukkan bahwa transportasi barang secara umum terus mengalami kenaikan. Dengan tersedianya perdagangan online telah memungkinkan bagi para penduduk di seluruh pelosok Indonesia untuk terus pembelian barang bahkan selama pandemi.

Pada laporan Triwulan 3-2023 BPS tertulis bahwa lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi & Pergudangan (14,74%), Jasa lainnya (11,14%), serta Akomodasi & Makan Minum (10,9%). Pertumbuhan ini antara lain didorong peningkatan aktivitas produksi, mobilitas masyarakat, kunjungan wisatawan mancanegara, terselenggaranya beberapa acara nasional dan internasional, serta  dimulainya kegiatan politik menjelang pemilu. Sekalipun demikian jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tahun 2023 adalah 11.677.825 kunjungan dan masih di bawah level sebelum pandemi covid-19 yaitu sebanyak 16.106.954 kunjungan di tahun 2019. Sektor Akomodasi & Makan Minum ini diyakini akan terus bertumbuh sejalan dengan semakin berakhirnya pandemi covid -19 di dunia.

Laporan Triwulan 3-2023 BPS juga menuliskan bahwa pertumbuhan industri pengolahan ditopang meningkatnya industri barang logam dengan pertumbuhan sebesar 13,68% untuk kebutuhan komputer, barang elektronik, optik, dan listrik. Selain itu juga didukung oleh pertumbuhan industri logam dasar sebesar 10,86% yang didorong permintaan luar negeri untuk produk ferronickel, dan nickel matte. 

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan 3-2023 terutama bersumber dari Konsumsi Rumah Tangga, Pembentukan Modal Tetap Bruto. Secara spasial, pertumbuhan tertinggi terjadi di wilayah Sulawesi (6,44%), serta Maluku dan Papua (9,25%). Pertumbuhan ekonomi pada wilayah tersebut terutama karena industri pengolahan, pertambangan dan penggalian, serta perdagangan.

Selama Agustus 2022-Agustus 2023 lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja terbanyak adalah Akomodasi & Makan Minum (1,18 juta orang), Konstruksi (0,77 juta orang), dan Pertanian (0,75 juta orang). Jumlah pengangguran ini menurun 0,56 juta dibanding Agustus 2022. Jumlah pengangguran masih berada pada level yang lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi. Namun trend telah menunjukkan adanya perbaikan terus menerus dari tahun ke tahun dibandingkan tahun 2020 ketika puncak pandemi menerpa dunia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?