Saat kita hendak mengirimkan barang, tentunya kita memperhatikan biaya dari ekspedisi yang hendak kita pilih. Biaya pengiriman yang ditawarkan oleh sebuah ekspedisi bisa jadi sangat rendah. Namun perlu diketahui bahwa ketika kita kombinasikan dengan batas toleransi berat paket dari ekspedisi yang bersangkutan, bisa jadi harganya menjadi berlipat.
Apabila barang memiliki berat di bawah 1 kg, misalnya 800 gram, biasanya sebagian besar ekspedisi akan menganggap berat barang tetap 1 kg. Bahkan jika barangnya memiliki berat hanya 50 gram, misalnya seperti amplop berisi surat, berat paket akan tetap dianggap 1 kg.
Batas toleransi maksimal 0,5 kg (500 gram)
Saat ini ada beberapa ekspedisi yang menawarkan opsi pengiriman dengan toleransi berat di bawah 1 kg. Contohnya ID Express menawarkan opsi IDLite yang pengiriman barangnya memiliki batas berat 0,5 kg atau 500 gram. Selain itu Sicepat juga menawarkan opsi yang sama. Hal ini memungkinkan para pengirim untuk mendapatkan harga kirim yang lebih ekonomis. Namun untuk saat ini layanan tarif 0.5 Kg Sicepat hanya tersedia di e-commerce Shopee.
Batas Toleransi untuk Berat Barang di atas 1 kg
Apabila barang memiliki berat lebih dari 1 kg tetapi kurang dari 2 kg, misalnya 1,1 kg, atau 1,2 kg, 1,3 kg, 1,4 kg, ternyata setiap ekspedisi memiliki kebijakan tersendiri. Karena pembulatan ke atas terjadi apabila barang menyentuh batas toleransi dari ekspedisi tersebut.
Jika batas toleransi sebuah ekspedisi adalah 0,3 kg berarti jika barang memiliki berat sama dengan atau lebih rendah dari 1,3 kg, berat barangnya akan dibulatkan menjadi 1 kg. Namun Jika barang tersebut memiliki berat di atas 1,3 kg, contohnya 1,31 kg maka barang tersebut dibulatkan ke atas menjadi 2 kg.
J&T Express, JNE, IdExpress, Sicepat, Pos Indonesia, Tiki, Lion Parcel, Ninja, Paxel, Anteraja memiliki toleransi 1,3 kg.
Wahana menetapkan tidak ada toleransi untuk kelebihan di atas 1 kg, maka kelebihan misalnya beratnya adalah 1,01 kg akan dibulatkan ke atas menjadi 2 kg.
Dengan mengetahui toleransi berat paket di setiap ekspedisi, saat membutuhkan layanan pengiriman kita dapat menganalisa terlebih dahulu agar total biaya ongkos kirim menjadi lebih ekonomis.
Contohnya adalah saat perlu melakukan pengiriman paket seberat 6 kg, maka jika dapat dipisah dalam 5 buah paket kecil seberat 1,2 kg dan dikirim dengan menggunakan ekspedisi yang memiliki toleransi 1,3 kg dapat membuat biaya ongkos kirimnya menjadi lebih rendah daripada biaya ongkos kirim 1 paket dengan berat 6 kg. Hal ini karena biaya yang perlu dibayarkan menjadi 5 buah paket x ongkos kirim 1 kg. Sedangkan jika dikirimkan dengan 1 paket seberat 6 kg, ongkos yang perlu dibayarkan adalah ongkos kirim 6 kg. Dengan demikian pengirim dapat melakukan penghematan biaya kirim sebesar 16,67% dalam contoh ini.
