Consumer Confidence Index (Source : Bank Indonesia)

Korelasi Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terhadap Pendapatan Usaha

Survei Konsumen Bank Indonesia pada November 2023 yang dipublikasikan di di website www.bi.go.id mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November 2023 dalam zona optimis (>100) pada level 123,6. Sejak bulan Januari 2023, Indeks Keyakinan Konsumen telah berada di range antara 123 dan 128 yang merupakan zona optimis.

Hal ini menunjukkan perkembangan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Indeks Keyakinan Konsumen yang hanya berada pada range antara 77 dan 97  pada saat pandemi covid memuncak yaitu di antara bulan April 2020 hingga Maret 2021. Indeks tahun 2023 memiliki perbedaan sebanyak 30-50 point jika dibanding pada periode 2020-2021 tersebut. 

Tetap optimisnya Indeks Keyakinan Konsumen didorong Indeks Penghasilan dan Indeks Ketersediaan Lapangan kerja. Indeks Ketersediaan Lapangan kerja pada bulan November 2023 paling tinggi diduduki oleh range usia masyarakat muda yaitu antara 20 dan 30 tahun dengan nilai indeks sebesar 120 point. Sedangkan indeks pada range usia 31 hingga 50 tahun berada di antara 109 dan 113 point. Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja terendah terdapat pada golongan usia di atas 60 tahun yaitu sebesar 106,8 point.

Namun Indeks Ketersediaan Lapangan kerja tertinggi di bulan November diduduki oleh golongan Pasca Sarjana sebesar 137,9 point. Sedangkan peringkat kedua diduduki golongan Sarjana sebesar 132 point. Hasil yang sebaliknya terjadi pada Indeks Penghasilan di mana peringkat tertingginya diduduki golongan Sarjana sebesar 139,4 point sedangkan peringkat keduanya diduduki golongan Pasca Sarjana sebesar 135,8 point. Sedangkan peringkat terendah untuk Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja maupun Indeks Penghasilan diduduki golongan lulusan SLTA sebesar 105.6 point dan 108.7 point.

Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja maupun Indeks Penghasilan tertinggi pada bulan November 2023 terdapat pada golongan dengan pengeluaran di atas 5 juta rupiah per bulan, sebesar masing-masing 123,4 point dan 126,6 point. Sedangkan indeks Ketersediaan Lapangan Kerja maupun Indeks Penghasilan terendah terdapat pada golongan dengan pengeluaran antara 1 dan 2 juta rupiah per bulan yaitu sebesar 98,9 point dan 98,5 point. Hal ini menunjukkan perbedaan yang cukup besar yaitu 24,5 point pada Indeks Lapangan kerja dan 28,1 point pada Indeks Penghasilan pada dua golongan tersebut.

Pada bulan November 2023 pola konsumsi rata-rata adalah 75,3% dari pengeluaran, sedangkan tabungan rata-rata 15,4% dari pengeluaran, dan sisanya adalah cicilan pinjaman sebesar 9,3% dari pengeluaran. Persentase pengeluaran untuk konsumsi antara 73% – 75% terjadi di sepanjang tahun 2021- 2023. Perbedaan terdapat pada bulan Agustus-Desember 2020 di mana konsumsi menempati hanya 67% sampai 69 % dari total pengeluaran dengan tabungan menempati 19-20% dari total pengeluaran.

Melalui laporan survei konsumen bulanan ini, para pemilik usaha  dapat membandingkan pendapatan usahanya dengan analisa Indeks Kepercayaan Konsumen yang dikeluarkan oleh BI. 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?